Mungkin kita beranggapan, kenapa
harus belajar Bahasa arab. Biarlah orang-orang 'alim atau para ustadz atau para
penceramah saja yang belajar Bahasa arab. Kita sebagai orang awam tidak perlu
mempelajarinya. Sekarang kan sudah banyak terjemahan bahkan “AI” (Artificial
Intellegent / Kecerdasan Buatan) yang bisa kita baca dan tanyakan. Ini adalah pemikiran
yang keliru. Sebagai seorang muslim, sudah sejatinya untuk
mempelajari bahkan mengerti Bahasa Arab. Kenapa begitu? Karena sumber ajaran
utama dalam ajaran Islam adalah al-Quran dan hadits yang seluruhnya tertuang
menggunakan Bahasa Arab.
Saya mencoba membuat analogi, Topik
mempunyai sepeda motor tapi dia tahu bagian-bagian dan fungsinya. Suatu ketika,
ia pergi ke suatu tempat menggunakan motor tersebut. Di tengah perjalanan,
motor tersebut tiba-tiba mati dan tidak bisa dinyalakan kembali. Ia mengalami
kebingungan, kemudian dibawalah motor tersebut ke bengkel terdekat. Setelah melakukan
pemeriksaan terhadap motornya. Pemilik bengkel mengatakan bahwa motornya
mengalami kerusakan parah dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena tidak
mengetahui permalasahan motornya, Topik pun menyanggupi untuk membayarnya yang
penting motornya bisa hidup kembali. Padahal kerusakan yang sebenarnya hanyalah,
ada saalah satu kabel yang putus karena digigit oleh tikus.
Analogi di atas menggambarkan
bahwa jika kita tidak paham terhadap sumber ajaran agama kita (al-Quran dan
Hadist), mungkin kita bisa saja dibohongi oleh oknum bahkan musuh-musuh Islam
karena ketidaktahuan kita.
Oleh sebab itu, marilah kita
sedikit demi sedikit mulai memahami sumber ajaran agama kita melalui Bahasa aslinya,
yaitu Bahasa Arab.